• Selamat Datang Di Forum ZonaDomino.com,Forumnya Para Bettors
  • Forum ZonaDomino.com Merupakan Judi Online Terbesar Dan Terpercaya
  • Gabung Bersama Kami di ENJOYGROUPS
Haii, Yuk Gabung Bersama Kami! Login Register

Agen BandarQ Terbaik Agen BandarQ Terbaik vipqiuqiu99.com| Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia qiuqiu99.com| Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia Memberqq.com| Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia Pasarpoker.com | Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia PasarQQ.com | Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia Warnetqq.com | Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia Memberqq.com| Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia Memberqq.com| Situs QQ, Poker, Domino Terbesar Di Indonesia
Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Cerita Dewasa – Nafsu Birahi Besar Adik Iparku Ketika Main Didapur
#1
[Image: 32308826_2030078207307216_66713056564373...e=5B984BDF]

Cerita Dewasa – Ini terjadi dengan salah seorang adek iparku yang memang memiliki nafsu birahi yang besar, cerita panas dewasa ini di mulai saat aku menyapa adek iparku….“Masak apa Yen?” kataku sedikit mengejutkan adik iparku, yang saat itu sedang berdiri sambil memotong-motong tempe kesukaanku di meja dapur.


“Ngagetin aja sih, hampir aja kena tangan nih,” katanya sambil menunjuk ibu jarinya dengan pisau yang dipegangnya. “Tapi nggak sampe keiris kan?” tanyaku menggoda.

“Mbak Ratri mana Mas, kok nggak sama-sama pulangnya?” tanyanya tanpa menolehku. “Dia lembur, nanti aku jemput lepas magrib,” jawabku. “Kamu nggak ke kampus?” aku balik bertanya. “Tadi sebentar, tapi nggak jadi kuliah. Jadinya pulang cepat.” “Aauww,” teriak.

Yeyen tiba-tiba sambil memegangi salah satu jarinya. Aku langsung menghampirinya, dan kulihat memang ada darah menetes dari jari telunjuk kirinya. “Sini aku bersihin,” kataku sambil membungkusnya dengan serbet yang aku raih begitu saja dari atas meja makan.

Yeyen nampak meringis saat aku menetesinya dengan Betadine, walau lukanya hanya luka irisan kecil saja sebenarnya. Beberapa saat aku menetesi jarinya itu sambil kubersihkan sisa-sisa darahnya. Yeyen nampak terlihat canggung saat tanganku terus membelai-belai jarinya.

“Udah ah Mas,” katanya berusaha menarik jarinya dari genggamanku. Aku pura-pura tak mendengar, dam masih terus mengusapi jarinya dengan tanganku. Aku kemudian membimbing dia untuk duduk di kursi meja makan, sambil tanganku tak melepaskan tangannya.

Sedangkan aku berdiri persis di sampingnya. “Udah nggak apa-apa kok Mas, Makasih ya,” katanya sambil menarik tangannya dari genggamanku. Kali ini ia berhasil melepaskannya. “Makanya jangan ngelamun dong.

Kamu lagi inget Ma si Novan ya?” godaku sambil menepuk-nepuk lembut pundaknya. “Yee, nggak ada hubungannya, tau,” jawabnya cepat sambil mencubit punggung lenganku yang masih berada dipundaknya.

Kami memang akrab, karena umurku dengan dia hanya terpaut 4 tahun saja. Aku saat ini 27 tahun, istriku yang juga kakak dia 25 tahun, sedangkan adik iparku ini 23 tahun. “Mas boleh tanya nggak.


Baca Kelanjutannya dii -->>>   http://www.pemuasnafsu.com/cerita-dewasa...n-didapur/
 
Reply
  


Forum Jump:


Browsing: 1 Guest(s)